PERAN
KEBUDAYAAN UNTUK MEMPERKOKOH
KETAHANAN BUDAYA NASIONAL
Oleh:
Nama :
Septia Nurmila
Kelas :
1PA05
NPM :
16511681
Mt.Kuliah : Ilmu Budaya Dasar
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
1
Kata
Pengantar
Puji
dan syukur saya
panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa,oleh karena rahmat dan kasih-Nya,kami
dapat menyelesaikan makalah Ilmu budaya Dasar dengan judul ”Peranan Kebudayaan Untuk Memperkokoh Ketahanan
Budaya Nasional” ini dapat diselesaikan dengan lancar
dan tepat waktu .Dan oleh karena rahmat-Nya saya
menjadi tahu betapa pentingnya peran
kebudayaan untuk memperkokoh ketahanan budaya nasional. Diharapkan makalah ini dapat
memberikan informasi kepada para pembaca mengenai betapa pentingnya budaya untuk memperkokoh budaya nasional.
Makalah
ini dapat selesai tepat pada waktunya,karena banyak pihak yang telah mendukung
dan membantu kami dalam penyusunan makalah ini. Saya
menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik
dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun saya harapkan demi kesempurnaan
makalah ini.
Akhir kata, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.
Akhir kata, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.
Jakarta, 10 Januari 2012
2
DAFTAR
ISI
1. Halaman
judul..................................................................................1
2. Kata
pengantar..................................................................................2
3. Daftar
isi...........................................................................................3
4. Abstrak.............................................................................................4
5. Pendahuluan
Latar
belakang..................................................5
Tujuan..............................................................6
Saran................................................................6
6.
Isi....................................................................................................7-8
7.
Kesimpulan.........................................................................................9
8.
Daftar pustaka..................................................................................10
3
ABSTRAKSI
Dalam
pembangunan nasional, kesenian sebagai bagian dari kebudayaan nasional
memperoleh maknanya dalam kaitan dengan pemahaman dan apresiasi nilai-nilai
kultural. Oleh karena itu, untuk meningkatkan ketahanan budaya bangsa, maka
pembangunan nasional perlu bertitik-tolak dari upaya-upaya pengembangan
kesenian yang mampu melahirkan “nilai-tambah kultural”. Nilai tambah kultural
pada dasarnya juga memuat makna nilai-tambah kemartabatan, nilai-tambah
kebanggaan, nilai-tambah jatidiri dan nilai-tambah akal-budi serta budi
pekerti. Hal ini erat kaitannya dengan apa yang dicita-citakan oleh kemerdekaan
bangsa ini, yaitu cita-cita untuk “mencerdaskan kehidupan bangsa”.
Keberagaman budaya di Indonesia menjadi identitas dikenalnya
nama Indonesia di mancanegara. Kekhasan budaya Indonesia banyak menarik
perhatian wisatawan dari berbagai belahan dunia untuk datang langsung dan
mempelajari lebih dalam mengenai budaya – budaya di Indonesia. Seperti
pengembangan museum dan cagar budaya.
Tentunya hal ini menjadi sumber devisa
bagi Negara di bidang pariswisata.Makin
banyaknya pengakuan dari berbagai dunia tentang uniknya budaya Indonesia yang
semakin mengangkat citra dan martabat Indonesia dimata dunia
Perubahan lingkungan alam dan fisik
menjadi tantangan tersendiri bagi suatu negara untuk mempertahankan budaya
lokalnya. Karena seiring perubahan lingkungan alam dan fisik, pola piker serta
pola hidup masyakrkat juga ikut berubah.
4
PENDAHULUAN
1. Latar
Belakang
Hampir sebagian besar orang
mengartikan “kebudayaan” sebagian “kesenian”, meskipun sebenarnya kita semua
memahami bahwa kesenian hanyalah bagian dari kebudayaan. Hal ini tentulah
karena kesenian memiliki bobot besar dalam kebudayaan, kesenian sarat dengan
kandungan nilai-nilai budaya, bahkan menjadi wujud dan ekspresi yang menonjol
dari nilai-nilai budaya.
Kebudayaan atau budaya berasal dari
bahasa Sansekerta buddayah yaitu bentuk jamak dari buddhi yang
artinya budi atau akal. Oleh karena itu, kebudayaan dalah keseluruhan system
gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat
yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
Memang harus diakui bahwa ancamanan
globalisasi tak bisa dihindari. Ketahanan budaya ini tentu harus selalu kita
artikan secara dinamis, di mana unsur-unsur kebudayaan dari luar ikut
memperkokoh unsur-unsur kebudayaan lokal. Untuk itu, perlu kita kemukakan bahwa
proses globalisasi, yang dikatakan dapat mempertajam “clash of civilizations”,
dan – meminjam istilah Samuel Huntington – juga dapat mengakibatkan perusakan
berat terhadap peradaban, kemasyarakatan dan kesadaran etnis (exacerbation
of civilizational, societal and ethnic self-consciousness), tidak perlu
mengakibatkan pelumpuhan yang memarginalisasi eksistensi bangsa ini, selama
kita memiliki ketahanan budaya yang tangguh. Dalam pengertian ini, jelas bahwa
bila kita bicara mengenai ketahanan budaya, pada dasarnya kita berbicara pula
mengenai pelestariannya dan pengembangannya secara dinamis dengan upaya-upaya
yang lebih khusus.
5
2. Tujuan
Keberagaman budaya yang sangat khas dari setiap daerah di
Indonesia menarik banyak perhatian masyarakat untuk mengetahui dan
mempelajarinya lebih dalam. Makalah ini dibuat bertujuan membantu memberikan
informasi serta pengetahuan akan pentingnya peranan budaya lokal sebagai salah
satu alat memperkokoh budaya bangsa.
Dalam memperkokoh suatu ketahanan budaya
bangsa Indonesia ini kita mempunyai tujuan yaitu untuk mewujudkan pembangunan
masyarakat agar dapat berjalan dengan lancar.
Mempelajari
budaya lokal bertujuan untuk menambah pengetahuan tentang budaya lokal yang
dimiliki negara dengan budaya lokal, kekuatan, kelemahan, peluang, serta
tantangan yang dihadapi dalam mempertahankan peran budaya lokal. Adapun
perbedaan yang ada dapat teratasi, yaitu apabila seseorang mengusahakan agar
perbedaan itu tetap dapat mempersatukan kita dalam kesatuan yang indah.
3. Saran
Melalui dekomposisi dan rekonstruksi, rekoreografi, renovasi,
revitalisasi, refungsionalisasi, disertai improvisasi dengan aneka hiasan,
sentuhan-sentuhan nilai-nilai dan nafas baru, akan mengundang apresiasi dan
menumbuhkan sikap posesif terhadap pembaharuan dan pengayaan karya-karya seni.
Di sinilah awal dari kesenian daerah menjadi kekayaan budaya dan “modal
sosial-kultural” masyarakat.
Mencerdaskan kehidupan bangsa bukanlah
makna yang berdasarkan pada konsepsi iptek atau pun konsepsi biologi-genetika,
melainkan merupakan suatu konsepsi budaya. Dengan demikian “mencerdaskan
kehidupan bangsa” merupakan upaya untuk meningkatkan kekayaan batin,
meningkatkan kadar budaya bangsa, kadar kemadanian, sebagai suatu proses
humanisasi mencapai keadiluhungan yang mengungguli basic instincts,
untuk mengangkat harkat dan derajat insani dari bangsa kita.
6
ISI
Dalam
pembangunan nasional, kesenian sebagai bagian dari kebudayaan nasional
memperoleh maknanya dalam kaitan dengan pemahaman dan apresiasi nilai-nilai
kultural. Oleh karena itu, untuk meningkatkan ketahanan budaya bangsa, maka
pembangunan nasional perlu bertitik-tolak dari upaya-upaya pengembangan
kesenian yang mampu melahirkan “nilai-tambah kultural”. Nilai tambah kultural
pada dasarnya juga memuat makna nilai-tambah kemartabatan, nilai-tambah
kebanggaan, nilai-tambah jatidiri dan nilai-tambah akal-budi serta budi
pekerti. Hal ini erat kaitannya dengan apa yang dicita-citakan oleh kemerdekaan
bangsa ini, yaitu cita-cita untuk “mencerdaskan kehidupan bangsa”.
Dalam pembangunan bidang kebudayaan tidak mudah untuk
dilaksanakan ada masalah yang haru dihadapi . Permasalahan yang dihadapi dalam
pembangunan bidang kebudayaan, antara lain :
- Munculnya gejala krisis jati diri dan karakter bangsa yang
disebabkan oleh dampak negative globalisasi dan kemajuan teknologi komunikasi
dan informasi yang membuka peluang terjadinya interaksi budaya antarbangsa.
- Masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap upaya
pelestarian nilai budaya dan kearifan lokal.
- Belum optimalnya sumber daya di bidang kebudayaan, baik dari
sisi kualitas maupun kuantitas.
Bertolak dari pernyataan tersebut dapatlah dikemukakan bahwa
pembangunan kesenian daerah (tradisonal) adalah pembangunan nilai-nilai seni
dan apresiasi seni demi meningkatkan kemartabatan seniman dan masyarakat,
sekaligus juga meningkatkan mutu seni dan apresiasi terhadap kesenian.
Keanekaragaman budaya lokal yang ada di Indonesia
Banyaknya pulau yang terpisahkan oleh
lautan menyebabkan perbedaan kondisi alam yang membentuk perbedaan budaya di
setiap daerah di Indonesia. Keanekaragaman ini tentunya menjadi kebanggan dan
identitas dari Negara Indonesia.
7
Kebudayaan Lokal menjadi sumber ketahanan budaya bangsa.
Kesatuan budaya lokal yang dimiliki
Indonesia merupakan budaya bangsa yang mewakili identitas negara Indonesia.
Untuk itu, budaya lokal harus tetap dijaga serta diwarisi dengan baik agar
budaya bangsa tetap kokoh.
Keberagaman budaya yang dimiliki oleh Indonesia harus dijaga
dengan baik karena akan dapat mempertahankan identitas Indonesia di mata dunia.
Banyak masyarakat dunia mengenal Indonesia sebagai Negara dengan kekhasan dan
keberagaman budaya yang dimilikinya.
Usaha masyarakat dalam mempertahankan
budaya lokal agar dapat memperkokoh budaya bangsa, juga dapat memperkokoh
persatuan. Karena adanya saling menghormati antara budaya lokal sehingga dapat
bersatu menjadi budaya bangsa yang kokoh. Masuknya budaya asing menjadi tantangan
tersendiri agar budaya lokal tetap terjaga. Dalam hal ini, peran budaya lokal
diperlukan sebagai penyeimbang di tengah perkembangan zaman.
Studi kasus bangsa Indonesia selama ini ia sedang berusaha
memelihara eksistensi dan soliditas sosialnya untuk tidak kehilangan kesadaran
diri, tidak kehilangan jatidiri, harga diri, atau pun sejarah peradabannya.
Eksistensi dan soliditas bangsa ini akan terjaga dengan baik jika pembangunan
dan pengembangan seni memperkukuh kesadaran diri dan jati diri kita sebagai
bangsa yang anggun dan beradab.
a. Perubahan lingkungan alam dan fisik
Perubahan lingkungan alam dan fisik menjadi tantangan
tersendiri bagi suatu negara untuk mempertahankan budaya lokalnya. Karena
seiring perubahan lingkungan alam dan fisik, pola piker serta pola hidup
masyakrkat juga ikt berubah
b. Kemajuan Teknologi
Meskipun dipandang banyak memberikan
banyak manfaat, kemajuan teknologi ternyata menjadi salah satu factor yang
menyebabkan ditinggalkannya budaya lokal. Misalnya, sistem sasi (sistem asli
masyarakat dalam mengelola sumber daya kelautan/daratan) dikawasan Maluku dan
Irian Jaya. Sistem sasi mengatur tata cara sertamusim penangkapan iakn di
wilayah adatnya, namun hal ini mulai tidak di lupakan oleh masyarakatnya.
8
KESIMPULAN
Kebudayaan secara utuh sebenarnya meliputi pola pikir atau
mindset suatu masyarakat, yang banyak terekspresikan melalui aneka-ragam dan
aneka dimensi kesenian. Demikian pula, kesenian merupakan salah satu wadah
dominan untuk mengartikulasikan kebudayaan tak berwujud. Di sisi lain kita
harus menyadari bahwa kesenian daerah pada dasarnya adalah anonim. Bahkan,
lebih jauh lagi ia juga tak bisa dibatasi atas klaim wilayah. Ia menjadi tak terbatasi
oleh garis yang pasti. Untuk itulah, jika kesenian ditempatkan sebagai sarana
menciptakan ketahanan budaya suatu bangsa maka persoalan makna ketahanan budaya
tersebut harus disikapi sebagai ketahanan nasional. Dunia saat ini memerlukan
hubungan kerjasama yang positif sekaligus menerima beragam pluralitas yang ada.
Masyarakat global mesti bisa memandang dunia sebagai satu kesatuan di tengah
berbagai perbedaan yang ada. Karena itu, kita mesti memiliki visi baru mengenai
hubungan dan kerjasama regional dan internasional. Sehingga dunia terus
berjalan dan bisa diminimalisir dari segala bentuk ketegangan, konflik,
intervensi dan hegemoni kekuatan adidaya.
9
DAFTAR
PUSTAKA
perubahankebudayaankarenapengaruhdariluar/www.isbdti.blog.uns.ac.id/2009/11/09
ketahanan/budayawww://staff.undip.ac.id/sastra/agusmaladi/2009/07/21
Budaya/wwwid.wikipedia.org/wiki/
Membangun-ketahanan-sosial-budayawww.scribd.com/doc/2656924
10
